Kembali ke Beranda
Perahu Kuno Padang
Temuan Arkeologi

Menolak Lupa: Perahu Kuno 1612 dan Jejak Niaga Bengawan Solo yang Kian Rapuh

10 Juni 2024 Tim Redaksi Desa Padang, Trucuk

TRUCUK – Terkubur selama berabad-abad di bawah lapisan lumpur Bengawan Solo, sebuah perahu kuno ditemukan pada tahun 2004. Temuan ini bukan sekadar kayu tua, melainkan kapsul waktu yang membawa kita kembali ke era pelayaran abad ke-17.

Misteri Tahun 1612 dan Koin VOC

Dikenal sebagai Perahu Padang, temuan ini menyimpan detail yang mencengangkan. Pada lambung kapal, para peneliti menemukan ukiran angka tahun 1612. Tak hanya itu, di dalam lambung perahu juga ditemukan kepingan uang koin milik VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) dan berbagai pecahan tembikar.

Kejutan arkeologis tidak berhenti di situ; di samping badan kapal, ditemukan pula sisa-sisa tulang belulang berupa rahang kuda dan rahang manusia. Temuan ini menguatkan kompleksitas fungsi sungai Bengawan Solo di masa lampau sebagai jalur utama transportasi, perdagangan, sekaligus mobilisasi logistik yang vital.

Perahu Kuno

Kondisi yang Memprihatinkan

Meski memiliki nilai sejarah yang luar biasa, nasib perahu ini kini di ujung tanduk. Setelah diangkat dari dasar sungai pada 2004, perahu dipindahkan untuk menghindari pengikisan air sungai. Namun, ketiadaan atap pelindung selama bertahun-tahun membuat kayu jati kuno ini terpapar panas ekstrem dan hujan secara langsung.

Perjuangan Pelestarian yang Terhambat

Upaya perlindungan sempat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2014 dengan membangun pagar keliling di sekitar perahu. Namun, langkah ini dinilai belum cukup. Pagar tersebut dibangun tanpa disertai atap permanen yang memadai.

Akibatnya, proses pelapukan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan. Kayu-kayu perahu kini dalam kondisi yang sangat rapuh, mengalami keretakan serius, hingga patahan kecil maupun besar di berbagai bagian struktur kapal. Dampak cuaca alam yang ekstrem setiap harinya semakin memperparah kerusakan benda cagar budaya ini.

Menanti Sentuhan Konservasi

Bengawan Solo telah meninggalkan jejak sejarah penting yang harus diselamatkan. Perahu Padang adalah bukti nyata kejayaan pelayaran pedalaman Nusantara. Kini, perahu tersebut menanti langkah nyata pemeliharaan dan konservasi yang lebih komprehensif agar generasi mendatang masih bisa melihat bukti fisik kejayaan nenek moyang mereka di tepian sungai legendaris ini.

Ringkasan Temuan:

Tahun Penemuan: 2004 (Tertutup Lumpur)
Identitas: Angka tahun 1612 di lambung kapal
Artefak: Koin VOC, Tembikar, Rahang Kuda & Manusia
Status: Mengalami pelapukan berat akibat cuaca
#PerahuKuno #ArkeologiBojonegoro #BengawanSolo #Sejarah1612